| EKONOMI RAKYAT DAN GLOBALISASI” [8 Artikel] |
|
| > Januari 2004 Dengan Ekonomi Pancasila Menyiasati Globalisasi Oleh: Mubyarto — Globalisasi mempunyai 2 pengertian pertama, sebagai deskripsi/definisi yaitu proses menyatunya pasar dunia menjadi satu pasar tunggal (borderless market), dan kedua, sebagai “obat kuat” (prescription) menjadikan ekonomi lebih efisien dan lebih sehat menuju kemajuan masyarakat dunia. Dengan dua pengertian ini jelas bahwa menurut para pendukung globalisasi “tidak ada pilihan” bagi setiap negara untuk mengikutinya jika tidak mau ditinggalkan atau terisolasi dari perekonomian dunia yang mengalami kemajuan sangat pesat. |
|
| > November 2002 Kegagalan Perundingan Pertanian WTO di Cancun: Peluang atau Ancanan buat Ekonomi Rakyat? Oleh: M. Hussein Sawit — Pada tanggal 10-14 September 2003 di Cancun Mexico telah diadakan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) V WTO. Salah satu isu terpenting yang dibahas adalah aspek pertanian, sektor penting Indonesia dan sejumlah besar negara berkembang (NB) lain di dunia. Pertemuan itu ternyata gagal, karena negara berkembang bersatu dan tidak berhasil dipecah belahkan oleh negara maju (NM). Ini jauh berbeda dengan KTM ke IV di Doha, dimana NM dapat memaksakan kehendak, dengan menciptakan berbagai tipu muslihat. |
|
| > September 2003 Mewaspadai Kapitalisme Global Oleh: Setyo Budiantoro — Sulit dipungkiri, kenyataan yang bercokol di jagat adalah pertarungan pengaruh. Pertarungan yang menyentuh hal yang paling subtil dalam diri manusia, yaitu kesadaran. Hal ini sangat strategis, sebab seperti yang dikatakan Gramsci “If you can occupy peoples’ heads, their hearts and their hands will follow”. Globalisasi telah mengakselerasi secara intensif dan ekstensif, sebuah homogenisasi pemikiran. |
|
| > September 2003 Model Pembangunan Versi Bank Dunia: Sebuah Kritik Awal Oleh: Ali Sugihardjanto — Periode baru, setelah Perang Dunia ke II sampai berakhirnya Perang Dingin, secara nyata berawal dengan runtuhnya tembok Berlin (1989). Periode ini paling kaya dengan perdebatan baik ide pembangunan maupun berbagai pengalaman dengan civilization matérielle. Keberhasilan model Marshall-Plan dalam membangun ulang ekonomi Eropa, yang cukup babak-belur akibat PD II, telah mengukuhkan serta memberi legitimasi epistemologis berskala internasional atas keampuhan pemikiran Fordisme. |
|
| > Juli 2003 CGI, IMF, dan Ekonomi Pancasila Oleh: Edy Suandi Hamid — Sistem Ekonomi Pancasila (SEP) merupakan sistem ekonomi yang digali dan dibangun dari nilai-nilai yang dianut dalam masyarakat Indonesia. Beberapa prinsip dasar yang ada dalam SEP tersebut antara lain berkaitan dengan prinsip kemanusiaan, nasionalisme ekonomi, demokrasi ekonomi yang diwujudkan dalam ekonomi kerakyatan, dan keadilan. |
|
| > Mei 2003 Robohnya Ilmu Ekonomi Ortodoks Oleh: Setyo Budiantoro — Setelah bergumul dan mendalami masyarakat di Asia, J.H. Boeke tahun 1930-an melakukan pengolahan teoritis dan menginisiasikan teori ”dualisme ekonomi”. Ia menjelaskan bahwa di Asia selain ada sistem ekonomi yang diimpor (kapitalisme modern), terdapat pula sistem ekonomi tradisional. Dimana keduanya bagaikan minyak dan air yang sulit bercampur. Menurutnya diperlukan teori ekonomi tersendiri dalam mengembangkan masyarakat dualistis, sebab teori yang dikembangkan kapitalisme modern tak dapat diterapkan. |
|
| > September 2002 Ekonomi Kerakyatan dalam Era Globalisasi Oleh: Mubyarto — Banyak orang berpendapat bahwa sejak krismon 1997 Indonesia telah menjadi korban arus besar “globalisasi” yang telah menghancur-leburkan sendi-sendi kehidupan termasuk ketahanan moral bangsa. “Diagnosis” tersebut menurut pendapat kami memang benar dan kami ingin menunjukkan di sini bahwa kecemasan dan keprihatinan kami sendiri sudah berumur 23 tahun sejak kami menyangsikan ajaran-ajaran dan paham ekonomi Neoklasik Barat yang memang cocok untuk menumbuhkan ekonomi (ajaran efisiensi) tetapi tidak cocok untuk mewujudkan pemerataan (ajaran keadilan). |
|
| > Agustus 2002 Investasi Jeblok = Ekonomi Merosot, Benarkah? Oleh: Mubyarto — “Ekonomi Indonesia tidak mungkin pulih dari krisis jika pemerintah dan masyarakat tidak berusaha keras mengadakan investasi atau meningkatkan kembali nilai investasi yang merosot terus sejak krisis tahun 1997/98”. Inilah diagnosis ekonomi khas ekonomi Neoklasik. Sifat khas diagnosis mereka adalah menganggap dunia ekonomi adalah otonom, dianggap lepas (atau bisa dilepas) dari dunia politik, sosial, hukum, dan moral. |
|
Archive for the ‘Uncategorized’ Category
globalisasi
March 11, 2008manajemen
March 11, 2008manajemen diterbitkan dan didistribusikan. Sebagian menjelma menjadi best-sellers, sebagian lainnya hanya teronggok disudut terpencil rak-rak toko buku, dan sebagian besar lainnya segera dilupakan orang.
Lalu, LIMA buku manajemen apa yang kira-kira layak dinobatkan sebagai the best of all times, buku manajemen terbaik sepanjang masa?
Pilihan yang saya lakukan disini mungkin tidak lepas dari elemen subyektivitas; namun setidaknya terdapat dua acuan kriteria penting yang dijadikan dasar. Yang pertama, buku itu mesti memberikan sumbangan yang signifikan bagi pengembangan ilmu dan praktek manajemen. Dan kedua, ide yang digagas dalam buku itu tetap relevan hingga hari ini, dan kiranya tetap akan relevan hingga masa-masa jauh di depan.
Tanpa perlu berpanjang-panjang lagi, inilah 5 buku manajemen yang saya kira layak dinobatkan sebagai buku manajemen terbaik sepanjang masa.
memaknai paskah
March 8, 2008
Injil Minggu Paskah VI/C tgl. 13 Mei 2007 (Yoh 14:23-29) |
| LANGKAH-LANGKAH BATIN Pada hari Minggu Paskah VI tahun C ini dibacakan Yoh 14:23-29. Petikan ini menutup pesan-pesan Yesus kepada para murid pada penutupan perjamuan malam terakhir. Pembicaraan berikut ini agak lebih “teologis” nadanya daripada ulasan-ulasan sebelumnya. Mohon kesabaran. Memang Injil Yohanes itu Injil yang paling rohani dan baru mulai bisa dinikmati bila kita akrabi dengan menghubungkannya dengan gerak-gerik Yang Ilahi yang kita alami sendiri.”MENURUTI FIRMANKU”Kata-kata Yesus yang mengawali petikan hari ini menjawab pertanyaan seorang murid yang hadir dalam perjamuan terakhir, yaitu Yudas yang lain (yang bukan Yudas Iskariot yang baru saja meninggalkan kelompok itu) mengapa Yesus akan menyatakan diri kepada mereka, yakni murid-murid itu, dan bukan kepada dunia (ayat 22). Maksudnya, mengapa ada perbedaan antara murid-murid dan “dunia”. Memang dalam Injil Yohanes kata “dunia” menunjuk pada tempat kekuatan-kekuatan yang mau melawan Yang Ilahi. Jawabannya, yakni ayat 23, memuat pemberitahuan bahwa Yesus dan Bapanya akan tinggal bersama dengan orang yang menuruti firman Yesus dan mendapat perkenan Yang Mahakuasa sendiri. Kedua hal ini sebetulnya cara lain untuk mengatakan “mengasihi Yesus”. Awal ayat 24 mengatakan hal yang sama tetapi dengan cara menyebut kebalikannya: yang tak mengasihinya ialah orang yang tidak menuruti firmannya. Kemudian ditegaskan pada bagian kedua ayat 24 itu bahwa firman tadi datang dari Bapanya, yakni Yang Mahakuasa yang mengutus Yesus. Apa yang dimaksud dengan “firman” dalam ayat 23-24 itu? Apakah semua pengajaran yang telah diberikan Yesus kepada para murid? Memang begitulah kesan pertama. Namun bila dipikirkan lebih lanjut, makin terang yang dimaksudkan ialah perintah baru untuk saling mengasihi yang diberikan dalam Yoh 13:34-35 yang dibacakan hari Minggu yang lalu. Seperti diuraikan minggu lalu, inilah ajaran Yesus yang terbesar, ilmu terdalam yang diturunkannya kepada para murid sebelum ia pergi. Dengan demikian maka kata-kata bahwa firman itu berasal dari Bapa sendiri menegaskan bahwa asalnya dari atas sana. Diwariskan untuk menghadirkan Yang Mahakuasa sendiri di tengah para murid. Ini arti penegasan bahwa Yesus dan Bapanya akan tinggal bersama mereka yang menghidupi ajaran tadi. Oleh karena itu perpisahan antara Yesus dengan murid-muridnya tidak lagi perlu menjadi hal yang menggelisahkan. Bahkan seharusnyalah menjadi alasan bersuka cita (ayat 28). Yesus akan berada dengan Bapanya yang dikatakan “lebih besar daripadanya” (ayat 29), dan kedua-duanya akan ada bersama manusia. KEHADIRAN PENOLONG – APA ITU? Kita boleh bertanya bagaimana pikiran-pikiran rohani itu di atas itu berhubungan dengan dunia nyata. Kunci untuk itu diberikan dalam petikan ini dengan bahasa rohani juga. Sang Penolong akan diutus dan kehadirannya akan membuat kata-kata Yesus tadi menjadi hidup. Orang akan teringat akan ajaran, akan “ilmu” yang diturunkan Yesus tadi. Dalam bahasa Yunaninya, yang disebut Penolong itu ialah Parakleetos, arti harfiahnya ialah dia yang dipanggil untuk mendampingi, untuk menolong, untuk menjadi pembela di hadapan dunia. Penolong ini kekuatan yang makin hadir di tengah-tengah kelompok orang yang percaya kepada kabar baik Yesus. Bagaimana persisnya ini terjadi dan dihidupi tidak diceritakan Yohanes lebih lanjut. Lukas-lah yang mengisahkannya dalam seluruh Kisah Para Rasul. Yohanes menghimbau orang-orang agar menyadari kehadiran ilahi yang membuat manusia dapat berjalan terus di dunia yang sarat kekuatan-kekuatan gelap. Dalam arti itulah Injil Yohanes sebetulnya berbicara mengenai kehidupan sehari-hari. Kehadiran Penolong ada dalam perjalanan kehidupan. Seperti halnya para murid dulu mulai menemukan jalan-jalan baru dalam masyarakat dan hidup mereka, begitu juga kini kita boleh merasa dan percaya disertai Roh Tuhan yang menolong kita, yang selalu bisa dimintai tolong dalam keadaan kepepet, bisa “disambat”. Itulah arti Parakleetos – “para”, artinya dekat, “kleetos” yang dimintai bantuan dalam keadaan mendesak. Perlu ditambahkan, yang memanggil, yang “nyambat” ialah Yesus, bukan para murid, bukan kita, walau yang dibela ialah para murid. Dan dalam arti ini jelas pula bahwa Penolong itu memperhatikan gerak gerik kita tanpa selalu kita sadari. Dan bila mendapati kita sedang butuh bantuan, ia akan datang sebelum kita sempat memanggilnya – ia sudah “disambat” oleh dia yang perkataannya kita turuti. Ada satu hal lagi yang penting. Kehadiran Penolong itu ada bersama dengan murid-murid, di tengah-tengah kita. Tidak dikatakan di dalam diri masing-masing mereka meskipun tentunya akibatnya akan demikian. Kehadirannya bukan “monopoli” orang yang lebih murah hati, yang lebih mampu berbuat baik, yang lebih spiritual dari yang lain. Bukan inilah yang hendak dikatakan. Penolong hadir di tengah-tengah umat, ada bersama. Ia menghidupkan sekelompok orang. Dengan menekankan segi ini Yohanes menunjukkan bahwa Roh itu tidaklah dapat disetir oleh ambisi-ambisi perorangan atau dibangga-banggakan sebagai bahan kesaksian sekalipun. Malah bisa dikatakan bila unsur ini tampil, orang boleh mempertanyakan apa di situ betul hadir Penolong yang dijanjikan Yesus tadi. Penolong, sang Parakleetos itu, datang di tengah-tengah himpunan orang-orang yang mau percaya – di tengah-tengah ekklesia – kumpulan orang yang terpanggil bersama itu. Tentang kedatangannya masih akan kita dalami nanti pada hari raya Pentakosta. Kini cukup bila kita pahami bahwa kehadirannya itu pertama-tama kehadiran ditengah-tengah kumpulan orang beriman, bukan terutama di dalam diri masing-masing. CATATAN MENGENAI Yoh 15-17 Akhir ayat 29 yang dibacakan hari ini menyebutkan “…marilah kita pergi dari sini.” Dengan ini dikatakan bahwa pertemuan dalam perjamuan terakhir itu telah selesai. Yesus dan murid-murid memasuki tahapan lain. Namun demikian, setelah menyebutkan akhir perjamuan tadi, Yohanes masih menuliskan tiga bab lagi, yakni Yoh 15, 16 dan 17, sebelum mulai menceritakan penangkapan Yesus dan kisah sengsara. Hingga kini para ahli tafsir belum dapat menerangkan secara memuaskan apakah tiga bab itu termasuk kata-kata dalam perjamuan atau disampaikan dalam kesempatan lain. Akan lebih berguna bila kita memandang ketiga bab itu seperti apa adanya sambil mencari kaitan dengan hal-hal yang telah diutarakan dalam perjamuan terakhir (Yoh 13-14). Akan tampak beberapa pokok yang digarisbawahi dalam Yoh 15-17: - Yesus itu pokok anggur yang benar (Yoh 15:1-8), maksudnya, orang bisa hidup bersemi bila menjadi ranting-ranting hidup darinya. Bila terpotong darinya maka orang akan binasa. Ini memberi keterangan lebih lanjut apa arti percaya kepadanya yang telah diutarakan dalam Yoh 14:1-14 selama perjamuan. - Tetap tinggal sebagai ranting akan terwujud bila murid-murid saling mengasihi (Yoh 15:9-17), sebuah warisan rohani yang telah diberikannya dalam Yoh 13:34-35 yang telah diulas dalam tulisan sebelum ini, yakni karena Yesus mempperhatikan masing-masing. Inilah cara menghadapi kekuatan-kekuatan jahat dari dunia ini. Sekaligus ditegaskan cara terbaik mempersaksikan kebenaran ajaran Yesus (Yoh 15:18-26). - Betul-betul akan datang Penolong yang menguatkan para murid (Yoh 16:1-15), juga bila orang merasa ditinggalkan sendirian (Yoh 16:16-33), satu pokok yang diutarakan dalam perjamuan terakhir yang dibacakan hari ini. - Yesus berdoa agar Bapanya tetap melindungi murid-muridnya (Yoh 17). Mereka ini seperti halnya Yesus adalah orang-orang yang diutus mewartakan kehadiran Yang Ilahi di dunia yang dikungkung kekuatan-kekuatan jahat. Ini memberi arah rohani bagi semua pembicaraan dalam perjamuan terakhir. Makin disimak makin kelihatan betapa besarnya kekayaan rohani yang termuat dalam ketiga bab ini. Dengan demikian Yoh 15-17 itu juga berperan seperti ringkasan Injil Yohanes yang sepatutnya didalami oleh mereka yang mau menyampaikan homili atas dasar Injilnya. |
materi unas
February 26, 2008PANDUAN MATERI
UJIAN AKHIR NASIONAL
TAHUN PELAJARAN 2003/2004
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 153/U/2003 tentang Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran 2003/2004, diumumkan panduan materi ujian sebagai berikut:
II. Program Studi IPS
a. Bahasa dan Sastra Indonesia
1. Standar Kompetensi Lulusan
a) Siswa mampu memahami teks eksposisi, argumentasi, persuasi, narasi, dan deskripsi dengan menentukan gagasan utama, isi, fakta, pendapat, konsep, makna istilah, intisari, judul titik pandang penulis, tujuan penulisan, dan tanggapan isi teks.
b) Siswa mampu memahami grafik, tabel, denah, jadwal peta, pengumuman, petunjuk, dan tata tertib/peraturan dengan menentukan isi, tujuan, penggunaan bahasa, tanggapan, dan kesimpulan.
c) Siswa mampu menulis berbagai bentuk dan jenis karangan dengan memperhatikan penggunaan EYD, imbuhan, berbagai bentuk kata, istilah, kata penghubung, frase, klausa, kalimat, paragraf secara logis dan sistematis.
d) Siswa mampu menulis bermacam-macam surat resmi dan tidak resmi dengan memperhatikan isi, bahasa surat, bentuk surat, ejaan, dan tanda baca yang digunakan.
e) Siswa mampu menulis resensi fiksi dan nonfiksi dengan memperhatikan unsur-unsur isi resensi.
f) Siswa mampu menyusun karya tulis berupa hasil pengamatan, percobaan, penelitian, perjalanan, peristiwa, kegiatan, proposal, dan teks pidato dengan memperhatikan isi, bahasa, dan unsur-unsurnya.
g) Siswa mampu memahami pergeseran dan hubungan makna, ungkapan, peribahasa, dan majas.
h) Siswa mampu mengapresiasi karya sastra dengan menentukan unsur intrinsik dan ekstrinsik.
2. Cakupan Materi
Materi yang diujikan untuk mengukur kompetensi tersebut meliputi: pemahaman bacaan/teks, pengumuman, dan tabel/grafik/bagan; penggunaan berbagai jenis kata, istilah, imbuhan, EYD, berbagai jenis kalimat, dan berbagai pola pengembangan paragraf; pemahaman ungkapan, peribahasa, majas, dan berbagai kata yang mengalami perubahan makna; penulisan berbagai bentuk surat (resmi/tidak resmi, lamaran pekerjaan); pemahaman unsur-unsur dan sistematika dalam penulisan karya tulis: serta apresiasi berbagai karya sastra.
b. Bahasa Inggris
1. Standar Kompetensi Lulusan
a) Siswa mampu memahami teks lisan dalam bentuk kalimat, percakapan, narasi, dan deskripsi dengan menentukan informasi khusus, gambaran umum, informasi tersurat/tersirat dan menafsirkan makna berdasarkan konteks.
b) Siswa mampu memahami pernyataan lisan dengan menentukan gambar.
c) Siswa mampu memahami teks narasi, eksposisi, deskripsi, argumentasi, instruksi, dan dokumentasi dengan menentukan informasi khusus, gambaran umum isi bacaan, pokok pikiran yang tersurat/tersirat, informasi tersurat/tersirat dan menafsirkan makna kata, frasa, dan kalimat berdasarkan konteks.
d) Siswa mampu memahami grafik, tabel, diagram, peta, formulir, agenda, buku harian, dan iklan dengan menentukan informasi khusus, gambaran umum, informasi tersurat/tersirat dan menafsirkan makna kata, frasa, dan kalimat berdasarkan konteks.
e) Siswa mampu menulis sebuah paragraf yang padu dengan cara menyusun kalimat-kalimat acak, melengkapi surat sederhana, percakapan dan teks rumpang dengan menggunakan unsur-unsur bahasa yang terkait.
2. Cakupan Materi
Materi yang diujikan untuk mengukur kompetensi tersebut meliputi:
a) Listening : pemahaman isi percakapan lisan/teks atau wacana lisan dengan cara menentukan gambaran umum, informasi tertentu, tersurat, tersirat, kosa kata dengan gambar, serta menentukan respon yang tepat dengan ungkapan-ungkapan yang merupakan bagian dari unsur-unsur bahasa.
b) Reading : pemahaman isi bacaan/wacana/dialog yang tertulis dengan cara menentukan gambaran umum isi bacaan, informasi tertentu, informasi rinci yang tersurat, informasi yang tersirat, pikiran utama yang tersurat, pikiran utama yang tersirat, makna kata/frasa/kalimat.
c) Unsur-unsur bahasa : pemahaman dan penggunaan ungkapan-ungkapan seperti : perkenalan, pernyataan secara tidak langsung (indirect speech affirmative), nasehat, rasa bangga, rasa heran, pernyataan lamanya kejadian yang telah terjadi (present perfect continuous tense), keterangan tentang seseorang atau sesuatu, pemberian izin melakukan sesuatu, permintaan maaf, simpati, keinginan atau rencana, pilihan, peristiwa atau kegiatan yang telah selesai di waktu lampau (past perfect tense), peristiwa atau kegiatan yang akan selesai di waktu yang akan datang (future perfect tense), pengandaian tentang peristiwa atau keadaan sekarang/lalu, kemampuan/ketidakmampuan, pernyataan tentang kegiatan yang membuat orang lain melakukan sesuatu (causative have/get), kewajiban atau keharusan yang tidak terpenuhi, dua hal positif, terima kasih, setuju/tidak setuju, kosa kata sesuai tema serta penyusunan kalimat acak menjadi paragraf yang baik.
c. Ekonomi
1) Standar Kompetensi Lulusan
a) Siswa mampu mendiskripsikan masalah – masalah ekonomi, konsep dasar teori ekonomi serta kegiatan ekonomi dalam lingkup kecil (ekonomi mikro).
b) Siswa mampu mendiskripsikan konsep-konsep dasar teori, masalah-masalah serta kegiatan ekonomi masyarakat secara menyeluruh (ekonomi makro) dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
c) Siswa mampu menggunakan metode kuantitatif dalam menganalisis variabel ekonomi dan menafsirkan hasilnya serta mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
d) Siswa mampu mengidentifikasi struktur dasar akuntansi dan menyusun laporan keuangan perusahaan jasa, dagang, dan koperasi melalui tahap-tahapnya serta mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
e) Siswa mampu menggunakan metode kuantitatif dalam akuntansi dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
2) Cakupan Materi
Materi yang diujikan untuk mengukur kompetensi tersebut meliputi: kebutuhan manusia, konsumsi, produksi, permintaan/penawaran, elastisitas permintaan/ penawaran, perimaan dan laba (AR/MR), pendapatan nasional, inflasi, kesempatan kerja, bank dan lembaga keuangan non bank, pajak, koperasi, sistem ekonomi, ekonomi internasional, sejarah pemikiran ekonomi, fungsi permintaan dan penawaran, fungsi konsumsi, koefisien elastisitas, fungsi biaya dan penerimaan, fungsi manajemen, badan usaha angka indeks, koefisien korelasi, persamaan regresi, analisis deret waktu, dan penafsiran/manfaat hasilnya, transaksi perusahaan, jurnal umum (perusahaan jasa, dagang, dan koperasi) , jurnal khusus, buku besar dan buku besar pembantu, jurnal penyesuaian (perusahaan jasa, dan dagang), laporan keuangan, SHU, bunga tunggal dan majemuk, wesel, anuitas, dan penyusutan aktiva tetap.
global warning
February 26, 2008woc
February 26, 2008It is our pleasure to extend our cordial invitation to you for the World Ophthalmology Congress 2008 in Hong Kong.
We feel honored that Hong Kong has been given the privilege to host this prestigious meeting. In this dynamic city, you can experience the unique blend of East and West, and enjoy the distinctive shopping and culinary delights. Hong Kong’s amazing skyline and breathtaking harbor view will also impress you.
In this exciting era of medical and technological breakthroughs, we have witnessed a number of great advancements in the field over the past decade. We must keep abreast of these latest developments in order to serve our patients at the best level. The organizing committee has been working hard to put together a quality program with a wonderful array of world-renowned experts speaking at the meeting. We sincerely hope that this meeting will let participants immerse themselves in plenty of idea exchange and knowledge sharing opportunities; and network with people in the field to facilitate collaborations. These will result in improved treatments and in turn benefit millions of individuals suffering from eye diseases.
We hope that our invitation would meet with your favorable consideration and look forward to welcoming you in June 2008 in Hong Kong!
be live
February 19, 2008dalam hidup seringkali kita lebih banyak mendapatkan apa yang qt inginkan dan ketika qt mendapat apa yang qt inginkan akhirnya qt tahu bahwa apa yang qt inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup qt lebih bahagia.
CINTA
February 19, 2008CINTA itu seperti sinar mentari tanpa kembali,memberi tanpa kembali,CINTA itu seprti sinar matahari,tidak memilih siapa yang ia sinari,CINTA itu seperti sinar matahari yang memberi kehangatan di hati.
loVe
February 19, 2008Bukan hanya keindahan CINTA yang di cari dari setiap insan tetapi arti CINTA yang sesungguhnyalah yang selaalu di dambakan oleh setiap insan,jangan selamat tinggal jika qt belum siap belum meninggalkanya………Jangan menyerah………….karena CINTA.perjuangkanlah.
it day
February 19, 2008awalilah langkahmudengan penuh cinta seteguk kerinduan secangkir kehangatan dan awalilah juga dengan DOA dan senyuman semoga harimu menyenangkan.
